Jumat, 11 Februari 2022

Pamit

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat ku menanti fajar
Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang
Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya

Kutetap teman baikmu 

Jumat, 05 Juni 2020

Kisah kita

Ada sesuatu yang aku rindukan,
Entah itu kamu,
Atau ~ cerita kita yang telah usai.

USAI

Jatuh cinta bukanlah hal yang asing bagi kita yang sudah menginjak usia dewasa, termasuk aku. Jatuh cinta lalu menjalin hubungan~ merupakan serangkaian kisah yang selalu terkesan membahagiakan. Tapi setelah kujalani, ternyata perasaan bahagia selalu di dampingi dengan rasa kecewa, seperti yang sekarang ku rasakan.

Kisah telah usai, hanya luka yang tertinggal.

Bukan cuman hati yang merasakan sakit dan sedih, tapi merambat ke pikiran dan seluruh tubuh. Memutuskan utk menutup komunikasi dengan siapapun, tidak mau diganggu oleh siapapun, dan mungkin akan menutup hati untuk waktu yang lama, sembari memperbaiki dan menyembuhkan luka yang kau tinggal.

Memang semua telah berlalu dan berakhir,
Tapi percayalah : aku akan berjuang keras mencari cara untuk menikmati semua luka dan kenangan ini.

Dariku:
Untuk kamu yang pernah/dan masih kucinta.

Rabu, 13 Desember 2017

Kisah Natalku

Merayakan Natal di Panti Asuhan dan bertemu dengan mereka yang memiliki latar belakang kehidupan yang tidak seberuntung kita(aku), sangat mendobrak pandangan tentang ‘arti hidup’. Secara umum, banyak orang yang menganggap bahwa mereka yang tinggal disana adalah orang-orang yang sepatutnya dikasihani dan diberi bantuan. Yaa benar, mereka membutuhkan bantuan secara financial untuk menyambung hidup, tapi sepertinya tidak untuk ‘dikasihani’

Berbaur dengan mereka dan mencoba berkomunikasi dengan beberapa dari mereka ;
Apa alasan tinggal di panti?
Sejak kapan tinggal di panti?
Bagaimana rasanya tinggal di panti?

Dari setiap jawaban mereka, saya tidak menemukan jawaban yang menggambarkan keluhan atau kesedihan, melainkan mereka terlihat bersyukur akan setiap keadaan yang sudah mereka terima. Raut wajah mereka seperti menceritakan bahwa inilah suratan hidup mereka, tidak perlu larut dalam kesedihan, namun sebaliknya, menerima keadaan dan berusaha memperbaiki cerita hidup kedepan. Dari gerak-gerik mereka, menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang di ajarkan untuk rendah hati.

Kali ini saya merasakan hal yang berbeda ketika berada di tengah-tengah anak panti, bukan merasa kasihan atau iba, namun merasa tertegur. Mengingat cara hidup yang selama ini saya jalani : sering mengeluh, terkadang lupa untuk bersyukur, terlalu bangga pada diri sendiri, akhirnya tinggi hati dan lainnya. Berada disekitar mereka, mengubah pandangan dan cara hidup yang salah.

Terimakasih banyak buat teman-teman di Panti Asuhan Bersinar, Ciracas, Jaktim.

Spesial buat adik manis, pintar dan rendah hati : HERNI (GBU de)

Selamat Natal 2017 🎄🎄 dan Selamat Tahun Baru 2018 🎉🎉


Minggu, 05 November 2017

Mungkin sisa rasa itu sudah tidak bernyawa lagi

Hai hati? Bagian yang kadang merasa paling kuat tapi kadang juga merasa paling lemah. Mengapa saat ini kau merasa lemah, bukankah masih ada cinta sisa kemarin?
Hai hati? Bagian yang kadang merasa paling bahagia tapi kadang juga merasa paling sedih. Mengapa saat ini kau merasa sedih, bukankah masih ada cinta sisa kemarin?
Hai hati? Bagian yang kadang merasa paling pintar tapi kadang juga merasa paling bodoh. Mengapa saat ini kau merasa bodoh, bukankah masih ada cinta sisa kemarin?

Sadarlah hati, kau sudah membuat tubuh tak bergerak normal karna kelemahanmu, kau sudah membuat mata menangis karna kesedihanmu, kau sudah membuat logika gak berjalan karna kebodohanmu.

Mungkin sisa rasa itu sudah tidak bernyawa lagi, lupakanlah!

Selasa, 31 Oktober 2017

Perikop tentang Natal

Yohanes 1 : 1 - 18

* Pada mulanya adalah firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Kristus dalam persekutuan abadi dengan Allah, yang menjelma menjadi manusia melalui kelahiran Alami.
(Kelahiran Alami > 
Proses kelahiran Yesus mulai malaikat memberkati buah kandungan Maria, hingga Maria hamil dan melahirkan Yesus di kandang domba)
* Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia (ayat 9). Hidup Kristus adalah terang bagi dunia, yang akan bersinar menerangi kegelapan dan keberdosaan manusia. Sebagian besar manusia tidak menerima kedatanganNya (ayat 11), namun Kristus memberi kasih karunia dan pemahaman kepada manusia, supaya manusia dapat memilih dengan bebas, apakah menerima atau menolak berita kelahiranNya tersebut. Dan bagi mereka yang menerimaNya=beriman kepada Kristus, akan diberi kuasa menjadi anak Allah (ayat 12)
* Melalui kedatangan Kristus, nyatalah kasih karunia dan kebenaran > bahwa Kristus adalah mesias yang dijanjikan Allah di PL (ayat 18). Kristus adalah anak tunggal Allah, yang memasuki hidup kemanusiaan, namun tanpa dosa, yang akan memberikan kasih karunia dan kebenaran tentang janji keselamatan Allah bagi umat manusia.
* Yohanes (orang yang membabtis Yesus dan salah satu kelompok inti Yesus), diutus Allah untuk memberikan kesaksian tentang kelahiran dan tujuan kedatangan Kristus ke dunia (ayat 6)
* Allah mengirim anakNya kedunia sebagai bukti kasihNya kpd kita manusia. Kita sebagai anak2 Allah, haruslah memiliki kasih seperti Bapa kita, yang boleh kita terapkan kepada sesama kita manusia.

Bertemu untuk berpisah

Bukankah sudah menjadi hal yang umum, bila ada pertemuan, maka akan ada perpisahan? 
Bukankah hal ini sudah sering terjadi dikehidupan kita? Dulu, ketika masuk SD, kita bertemu banyak teman, yang pada akhirnya harus berpisah ketika sudah lulus. Namun masuk SMP, kita juga akan bertemu teman baru dan pada akhirnya akan berpisah juga ketika lulus2an. Begitu juga ketika SMA, akan ada pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan.
Namun tidak sampai disitu saja, selama kita masih menginjakkan kaki di dunia ini, kita akan tetap mengalami yang namanya pertemuan dan perpisahan. Biasanya jika ada pertemuan, cenderung kita akan merasa sukacita, karna notabennya, kita akan menemukan hal baru (siapasih yang gak senang dgn yang baru?) Namun mengapa pas perpisahan, kita merasa sedih? Padahal kita sudah menyadari sejak dulu, jika ada pertemuan maka akan diikuti dengan perpisahan. Yaa, karna yang namanya perpisahan, sama artinya kehilangan. Siapa sih yang gak sedih jika sudah kehilangan?

Apa? ada orang yang merasa tidak sedih saat terjadi perpisahan? 
kenapa dan bagaimana?
Hmm, aku sendiri sangat sedih dengan keadaan seperti ini.